KISAH SAMBAL SI PENGGUGAH SELERA


Untuk orang-orang yang memiliki lidah asli Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan sambal. Sambal begitu populer di Indonesia dan nyaris menjadi makanan utama, bukan sekedar pelengkap. Hal ini dikarenakan seni kuliner Indonesia bersifat koud eten (hidangan dingin). Cabai menjadi penting dalam setiap masakan karena rasa pedas cabai tidak hanya memberikan rasa yang menggugah selera tetapi juga sebagai pengganti temperatur panas. Sejak dulu hingga sekarang aneka jenis sambal Indonesia pun terkenal di dunia kerena citarasa pedasnya yang menggigit namun tetap membuat ketagagihan. Mulai dari sambal terasi yang baunya khas, sambel ijo dan sambal bawang dan masih banyak lagi.
Namun foodies pernah tidak sih kamu berpikir dari mana asal usul sambal?
Taukah foodies kalau tanaman cabai sebagai bahan dasar utama sambal bukan berasal dari Indonesia, tanaman yang telah ditemukan sejak 6000 tahun lalu ini memiliki sejarah dan perjalanan yang panjang hingga sampai ke Indonesia. Menurut Wendy Hutton dalam Tropical Herbs and Species of Indonesia, orang-orang Portugis-lah yang membawa dan memperkenalkan biji-biji cabai ke Indonesia pada abad ke 16 hingga awal abad ke-17. Namun ada beberapa indikasi bahwa cabai sudah dikenal di Indonesia jauh sebelumnya. Arkeolog Titi Surti Nastiti dalam Pasar Jawa Masa Mataram Kuno Abad VII-XIV mengungkapkan, teks Ramayana abad ke-10 telah menyebut cabai sebagai salah satu contoh jenis makanan pangan. Di masa Jawa Kuno, cabai juga menjadi komoditas perdagangan yang langsung dijual.
Bahkan pada zaman VOC Belanda, walaupun orang Barat tidak tahan dengan rasa pedas, mereka merasa sambal adalah makanan eksotis sehingga pembantu pribumi dianggap memiliki nilai lebih tinggi jika dapat membuat sambal yang enak bagi tuannya. Tidak jarang tuan-tuan Belanda yang bertolak pulang ke negaranya membawa serta pembantunya yang pandai membuat sambal, lalu dengan keahliannya itu para pembantu itu kemudian membuaka rumah makan Indies di Belanda.
Sambal menjadi kian populer berkat jasa dari Catenius van der Meijden, salah satu nyonya menir sekaligus ahli kuliner yang berpengaruh di masa kolonial. Meijden bersama para pembantunya bertugas untuk menyiapkan hidangan istimewa bagi seluruh keluarga. Ia sangat ahli dalam memasak sambal dan ada banyak jenis sambal yang dikuasainya. Meijden kemudian mengumpulkan semua resep masakannya dan menyusunnya menjadi sebuah buku yang terbit pada tahu 1942.
Berdasarkan buku Suryatini N Ganie(2009), terdapat kurang lebih 100 ragam makanan yang dibuat dari sambal, ini membuktikan betapa sambal tidak bisa lepas dari kuliner nusantara kita. Maka tidak heran kalau orang Indonesia merasa makanan yang disantap terasa hambar tanpa sambal. Untung ada Kisah Sambal, sambal terasi dalam kemasan yang praktis buat kamu bawa kemana saja dan siap jadi teman makan kamu dimana saja. Coba bila harus mengulek sendiri dengan membawa serta cobek batunya? Bayangkan bobot tas yang harus kamu bawa? Disaat kamu cukup ambil hp kamu dan ketik bit.ly/buatceritapedasmuyuk kamu sudah bisa mendapatkan kenikmatan sambal terasi seperti buatan rumah dan tanpa bahan pengawet. Buruan pesan dan ceritakan cerita pedas mu.


Comments